Uji Kompetensi

Tes Kecepatan Membaca 1

Petunjuk

Bacalah teks di bawah ini dengan kecepatan yang menurut Anda memadai!

Catatlah lama waktu yang Anda perlukan untuk membaca bacaan ini!

Waktu mulai        : …….menit …..               detik.

 

 

REVOLUSI DI DALAM DOMPET
Oleh: Bambang Harymurti

Sebuah revolusi sedang berlangsung, di dompet-dompet, Kini sedang dikem­bang sebuah kartu, yang punya rangkaian terpadu (chip), dan mampu me­nyimpan memori dalam jumlah jutaan karakter. Besarnya tak jauh dari KTP.

Tapi dia bisa dipakai macam-macam, berkat sebuah profesor elektronik mikro, dan chip penyimpan memori, yang dilekatkan pada kartu plastik ini. Dengan itu si kartu dapat dipakai mengambil uang dari alat otomatis di bank. Ataupun menelepon di telepon umum tanpa uang, atau mencatat data kese­hatan pribadi.

Maka, di Amerika Serikat, disebutiah dia “kartu pintar” (smart card). Master card, sebuah perusahaan di bidang kartu kredit (credit card), kini sedang mencoba kartu pintar ini pada 1.000 langganannya. Jika berhasil, Groupe Bull, sebuah perusahaan Perancis akan panen. Kepeloporan bidang ini memang dipegang pengusaha Perancis. Groupe Bull, misalnya, sudah me­nanam lebih dari 80 milyar rupiah dalam risetnya.

Di Perancis, usaha ini disokong oleh pemerintah yang mengatur agar sektor perbankan di sana memasang alat pembaca kartu pintar di semua kantor mereka sebelum tahun 1990. Dorongan begini tampaknya perlu. Maklum, harga sebuah alat pembaca diperkirakan sejuta rupiah, jika berdiri sendiri. Sedangkan alat tambahan, yang perlu ditempelkan pada komputer pribadi agar mampu membaca si kartu pintar, diperkirakan berharga 80 ribu hingga 160 ribu rupiah. Semua itu akan murah bila diproduksikan secara massal. Dan jika ongkos produksi dapat ditekan, Perancis bisa mengekspor­nya dengan lebih mudah,

Kartu pintar sendiri sebenarnya hanya pengembangan dari kartu berpita magnetik yang kini umumnya dipakai juga di Indonesia. Para pengguna jalan tol di Balmera di Sumatera Utara, misalnya, sudah m.engenalnya, dan bikinan dalam negeri pula, yaitu kartu berpita magnetik yang digunakan sebagai karcis tol.

Tapi Master Card menginginkan kartu yang lebih aman. Kartu berpita magnetik mudah diakali. Kapasitasnya pun terbatas. Pita magnetik pada karcis tol Balmera, misalnya, hanya mampu menyimpan 40 karakter atau huruf saja. Bandingkan dengan kartu pintar yang sedang dicoba MasterCard, yang berkapasitas 8.000 hingga 32.000 karakter. Dengan itu dapat dibuat kata sandi (password) yang lebih panjang, dan karena itu, lebih aman.

Selain itu, ada kelebihannya yang lain dalam soal pengaman. Penggunaan prosesor mikro menyebabkan ia dapat digunakan menjalankan program khusus yang dapat berfungsi sebagai kunci pengaman elektronik data, se­hingga sulit diubah oleh tangan jahil.

Gangguan tangan jahil inilah yang ingin dicegah. Sebab, untuk tahun 1985 saja, di Amerika Serikat tercatat sekitar 2,6 milyar rupiah lenyap gaya-gaya pemalsuan kartu kredit yang menggunakan pita magnetik.

Tapi bukan cuma perbankan yang bisa menarik manfaat. Si kartu juga dapat untuk menyimpan data kesehatan, nomor telepon, jadwal acara, atau lainnya. Richard Dunham, Presiden Direktur Micro Technologies (MCT), yang mengageni produk Groupe Bull di Amerika Serikat, memperkirakan kebutuh­an kartu pintar di Amerika Serikat mencapai 2 milyar buah, dan hanya se­paruhnya untuk sektor perbankan.

Namun, MCT tak sendirian dalam upaya merebut pasar. Sedikitnya ter­dapat tiga perusahaan Amerika Serikat dan sebuah perusahaan Jepang yang pasang kuda-kuda, kendati dengan produk yang berbeda. Smart Card Inter­national (SCI), dari New York, Intell Card (IC) dari Colorado, dan Toshiba dari Jepang sedang sibuk mengembangkan “kartu terpadu” (unufied Card). Sedangkan Drexler Technologies (DT) dari California sedang bergumul me­ngembangkan kartu laser (laser card).

Kartu terpadu dilengkapi dengan layar pemantau (monitor), tuts (key­board), dan baterai. Dengan kapasitas memori hingga 64 ribu karakter, kartu ini sebenarnya komputer pribadi dalam bentuk mikro. Bedanya ia dapat masuk dompet.

Adapun kartu laser lebih bodoh. la tidak memiliki prosesor elektronik mikro. Kartu ini memang dirancang hanya untuk menampung memori yang besar. Data disimpan bukan dalam bentuk medan magnetik, melainkan dalam bentuk bintik-bintik hitam hasil tembakau sinar laser. Karena kecilnya bintik laser, selembar dapat memuat informasi sebanyak 4 juta karakter atau sekitar 1.600 halaman ketik folio dua spasi.

Kapasitas itu, menurut Dexler, Presiden direktur DT, menyebabkannya sangat cocok digunakan untuk pengganti buku petunjuk kerja. Diperkirakan terdapat kebutuhan 10 milyar kartu laser jika semua buku jenis itu di Ame­rika Serikat diubah menjadi kartu.

Waktu berakhir……………… menit………….. detik

Daftar kecepatan membaca (jumlah kata dalam teks bacaan 625 kata)

Lama/Waktu Kecepatan Lama/Waktu Kecepatan
1 menit 00 detik 600 kata/menit 3 menit 45 detik 160 kata/menit
1 menit 15 detik 480 kata/menit 4 menit 00 detik 150 kata/menit
1 menit 30 detik 400 kata/menit 4 menit 15 detik 141 kata/menit
1 menit 45 detik 342 kata/menit 4 menit 30 detik 133 kata/menit
2 menit 00 detik 300 kata/menit 4 menit 45 detik 126 kata/menit
2 menit 15 detik 266 kata/menit 5 menit 00 detik 120 kata/menit
2 menit 30 detik 240 kata/menit 5 menit 15 detik 114 kata/menit
2 menit 45 detik 218 kata/menit 5 menit 30 detik 109 kata/menit
3 menit 00 detik 200 kata/menit 5 menit 45 detik 104 kata/menit
3 menit 15 detik 184 kata/menit 6 menit 00 detik 100 kata/menit
3 menit 30 detik 171 kata/menit    

 

Tes Pemahaman Bacaan 1

Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Setelah membaca bacaan di atas dapat disimpulkan ide pokok­nya, yaitu . . . .

  1. dikembangkan kartu kredit.
  2. dikembangkannya alat pembaca kartu pintar.
  3. dikembangkannya berbagai kartu pintar.
  4. dikembangkannya kartu berpita magnetik.

2. Tujuan yang ingin dicapai pengarang dalam bacaan di atas adalah…

  1. untuk memberikan hiburan.
  2. untuk memberikan pengetahuan/informasi.
  3. untuk memberikan penilaian.
  4. untuk memberikan ajaran moral.

3. Judul bacaan di atas adalah “REVOLUSI DI DALAM DOM­PET”, sesuaikah antara judul dengan teks bacaannya?

  1. Tidak sesuai, karena isi dari bacaannya menyimpang dari judulnya.
  2. Tidak sesuai, karena judulnya terlalu berlebihan.
  3. Sesuai, karena judulnya sederhana.
  4. Sesuai, karena judulnya dapat mewakili maksud isi bacaan.

4. Yang dimaksud “REVOLUSI DI DALAM DOMPET” adalah

  1. dikembangkannya komputer mikro dalam bentuk kartu yang dapat dimasukkan ke dalam dompet.
  2. dikembangkannya kartu berpita magnetik yang mudah dimasukkan ke dalam dompet.
  3. dikembangkannya kartu plastik yang mempunyai banyak fungsi yang tempatnya ada di dalam dompet.
  4. dikembangkannya kartu yang berfungsi sebagai karcis jalan tol.

5. Mengapa hal itu disebut sebagai “REVOLUSI”?

  1. Karena kepeloporannya dipegang oleh Perancis.
  2. Karena kepeloporannya dipegang oleh Amerika Serikat.
    1. Karena merupakan perubahan secara besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat.
    2. Karena merupakan perubahan secara besar-besaran dalam waktu yang relatif lama.

6. Dilihat dari isinya, bacaan tersebut tergolong jenis

  1. kritik.
  2. laporan.
  3. essay.
  4. resensi

7. Masalah pokok yang terdapat dalam bacaan di atas adalah

  1. masalah sosial.
  2. masalah ekonomi dan perdagangan.
  3. masalah politik.
  4. masalah kebudayaan.

8. Yang disebut sebagai “kartu pintar” dalam bacaan di atas ada­lah. . . .

  1. kartu plastik yang mahal harganya yang belum terdapat di Indonesia.
  2. kartu berpita magnetik yang telah banyak dipakai.
  3. pengembangan dari kartu berpita magnetik.
  4. pengembangan dari kartu kredit.

9. Ditinjau dari berbagai segi, sesuaikah apabila kartu pintar ini dikembangkan di Indonesia?

  1. Tidak sesuai, karena memerlukan biaya yang sangat mahal.
  2. Sesuai saja asal Indonesia mempunyai cukup modal untuk itu.
  3. Sesuai, karena di jaman modern seperti saat ini Indonesia juga memerlukan segala sesuatu yang serba praktis. D., Jawaban b dan c benar.

10. Mengapa di Indonesia sampai saat ini belum terdapat kartu pintar?

  1. Karena kartu pintar masih terbatas berkembang di negara-negara besar.
  2. Karena Indonesia masih dalam membangun.
  3. Karena masyarakat Indonesia tidak memerlukannya.
  4. Karena Indonesia bukan negara kaya.

11. Ditinjau dari harganya, dapatkah sebuah alat pembaca kartu pintar dikategorikan sebagai barang lux bagi masyarakat Indo­nesia?

  1. Dapat, karena pendapatan perkapita penduduk Indonesia masih rendah.
  2. Dapat, karena barang tersebut masih langka.
  3. Tidak dapat, karena orang Indonesia banyak yang kaya.
  4. Tidak dapat, karena harganya tidak terlalu mahal.

12. Kartu berpita magnetik mudah dipalsu, karena. . .

A. tidak mempunyai prosesor mikro.

  1. tidak mampu menyimpan password yang panjang.
  2. tidak mempunyai kunci pengaman elektronik data.
  3. jawaban a, b, c benar.

13. Keuntungan yang diperoleh dari kartu pintar adalah. . .

  1. kepraktisan.
  2. penghematan.
  3. keamanan.
  4. jawaban a dan c benar.

14. Selama ini yang menarik manfaat kartu pintar adalah lebih banyak didominasi sektor perbankan. Padahal jika dilihat dari fungsinya yang bermacam-macam, sektor lain pun dapat me­manfaatkannya juga. Misalnya. . .

A’ rumah sakit-rumah sakit.

  1. perusahaan asuransi.
  2. sekolah-sekolah.
  3. jawaban a, b, c benar.

15. Apabila kartu pintar ini digunakan di kepolisian, maka fungsi yang paling tepat adalah untuk . . . .

  1. menyimpan data-data para narapidana.
  2. menyimpan data para petugas.
  3. menyimpan data para pengunjung.
  4. menyimpan data tentang kesehatan.

16. Adakah unsur-unsur persaingan di antara Perancis, Amerika Serikat, dan Jepang di dalam memproduksi kartu pintar?

  1. Tidak, karena sama-sama merupakan negara pelopor.
  2. Tidak, karena sama-sama negara maju.
    1. Ada, karena sama-sama menonjolkan kelebihan masing-masing dalam memproduksi barang tersebut dalam rangka merebut passaran.
    2. Ada, karena sama-sama negara maju.

17. Ide utama dari paragraf ke-6 adalah. . .

  1. kartu berpita magnetik sudah umum dipakai.
  2. kartu pintar adalah pengembangan dari kartu berpita magnetik.
  3. kartu berpita magnetik adalah buatan dalam negeri.
  4. karcis jalan tol memakai kartu berpita magnetik.

18. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah . . . .

A. kartu terpadu diproduksi oleh Dreler Technologies.

  1. kartu terpadu diproduksi oleh Toshiba.
  2. kartu laser diproduksi oleh Smart Card International.
  3. kartu laser diproduksi oleh Intell Card.

19. Dari segi keamanan antara kartu terpadu dan kartu laser yang lebih unggul adalah .. . .

  1. kartu laser, karena data disimpan dalam bintik-bintik hitam.
  2. kartu terpadu, karena diproduksi oleh Toshiba yang meru­pakan perusahaan paling unggul.
  3. kartu laser, karena kapasitas penyimpan datanya lebih besar.
  4. Kartu terpadu, karena memiliki prosesor elektronik mikro.

20. Perkembangan dari berbagai macam kartu pintar ini, ternyata bukan hanya sebagai bukti keunggulan teknologi, tetapi juga

  1. sesuai bukti persaingan perdagangan.
  2. sebagai bukti kerusuhan politik.
  3. sebagai bukti monopoli perdagangan.
  4. sebagai bukti banyak negara kaya.

Satu Balasan ke Uji Kompetensi

  1. imul berkata:

    tes kecepatan baca sebagai bahan ajar oke lah..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s